Fengching
adalah sebuah desa kecil yang menyenangkan, kebanyakan penduduk yang hidup
disana adalah petani. Mereka jujur dan suka bekerja keras. Mereka hidup
harmonis dengan yang lainnya dan segala sesuatu berjalan dengan baik disana.
Dari
semua penduduk tersebut. Ada seorang laki-laki yang jahat di desa itu, yang
bernama Shen 2. Karena dia merupakan anak laki-laki yang kedua. Dia mempunyai
sebuah took kecil dan usahanya sangat bagus maka secara berangsur-angsur dia
telah memperoleh uang yang banyak.
Shen
2 suka minuman keras dan daging anjing. Bila dia mendapat keuntungan, dia akan
membeli arak dan memasak seekor anjing lalu menikmati pesta kecil itu.
Dia
memberitahukan orang-orang. “Daging anjing rasanya enak! Betapa enaknya daging
anjing kalau dimasak dengan benar dan dimakan sambil minum arak!” Dia akan
mengundang teman-teman di pestanya, maka selama masa 1 tahun, dia telah
membunuh banyak anjing.
Pada
tahun 1756, Shen mulai merasa lemah. Pada suatu hari, dia jatuh pingsan dan tidak
dapat bangkit dari tempat tidur, bahkan dokter pun tidak dapat mendiagnosa
jenis penyakit apa yang dideritanya.
Istrinya
menemaninya dengan setia di samping tempat tidur, saat dia mendapatkan serangan
dan pingsan. Tengah malam, Shen gelisah dalam tidurnya dan mulai mengigau. Istrinya
tidak dapat berbuat apa-apa padanya. Kemudian dia mendengar Shen mengatakan
sesuatu. Dia berusaha mendengar dan tubuhnya menggigil ketakutan setelah mendengar
apa yang dikatakannya.
“Anjing
hitam yang lain! Anjing yang jahat!”
“Ada
seekor anjing belang sedang menyerang saya!”
“Anjing,
2, 3, 4 dari mereka, saya tidak dapat menghitung jumlahnya, jauhkan mereka dari
saya, tolonglah, jauhkan mereka dari saya!”.
Lama-kelamaan
dia berteriak cukup keras membangunkan seisi rumah. “Tolong! Tolong! Hei! Tolonglah
saya!”. Setiap orang dapat mendengarnya, tetapi tidak seorangpun dapat melihat
satu ekor anjing pun. Semua yang mereka lihat adalah Shen 2 yang mengigau dalam
tidurnya, dengan kedua matanya yang mendelik ketakutan.
“Dia
tentu sudah gila!” Kerabatnya berkata dengan sedih sambil menggeleng-geleng
kepalanya.
Sebelum
Shen 2 meninggal, dia merangkak di bawah tempat tidurnya. Dia berdiri dengan 4
kaki, mengeram dan menggonggong seperti anjing sampai akhirnya dia meninggal.
Biasanya,
sebelum seseorang meninggal, ada indikasi dimana dia akan lahir setelah
menninggal. Manusia yang akan lahir di surga, meninggal dengan damai bahkan
gembira. Manusia yang lahir di neraka mengetahui hal ini. Penderitaan mereka di
mulai sebelum mereka mati dan mereka mati dengan menyedihkan.
Shen
2 harus menjalani hidupnya yang baru sebagai seekor anjing. Dan hidupnya akan
berakhir di belanga yang dimasak oleh seseorang.